Senin, 12 November 2012


Emalia viviana
1ID03 / 32412481
Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial
A. Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial
Manusia memiliki arti sebagai makhluk yang berakal budi dan mampu menguasai makhluk lain. Makhluk sendiri memiliki arti bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan. Individu mengandung arti bahwa manusia mampu berdiri sendiri. Dan untuk sosial memiliki arti bahwa manusia pun membutuhkan manusia yang lain untuk berinteraksi. Pada dasarnya, kegiatan atau aktivitas seseorang ditujukan untuk memenuhi kepentingan diri dan kebutuhan diri. Sebagai makhluk dengan kesatuan jiwa dan raga, maka aktivitas individu adalah untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan jiwa, rohani, atau psikologis, serta kebutuhan jasmani atau biologis. Pemenuhan kebutuhan tersebut adalah dalam rangka menjalani kebutuhannya.
Pandangan yang mengembangkan pemikiran bahwa manusia pada dasarnya adalah individu yang bebas dan merdeka adalah paham individualisme. Paham individualisme menekankan kekhususan, martabat, hak, dan kebebasan orang perorang. Manusia sebagai individu yang bebas dan merdeka tidak terikat apapun dengan masyarakat ataupun negara. Manusia bisa berkembang dan sejahtera hidupnya serta berlanjut apabila dapat bekerja secara bebas dan berbuat apa saja untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Paham yang mengembangkan pentingnya aspek kehidupan sosial kehidupan manusia adalah sosialisme. Sosialisme memberikan nilai lebih pada manusia sebagai sebagai makhluk sosial. Sosialisme merupakan reaksi atas sistem liberalisme yang dilahirkan oleh paham individualisme.
Salah satu peranan dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori George Herbert Mead. Dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self, and Socienty (1972), Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui beberapa tahap-tahap Play Stage, tahap Game Stage, dan tahapGeneralized Other.
Menurut mead setiap anggota baru masyarakat harus mempelajari peranan-peranan yang ada dalam masyarakat. Sosialisasi adalah suatu proses dimana didalamnya terjadi pengambilan peranan yang harus dijalankannya serta peranan yang harus dijalankan orang lain. Melalui penguasaan peranan yang ada dalam masyarakat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Menurut Mead tahap-tahapan itu adalah:
1. Play Stage, seseorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orangg yang ada di sekitarnya. Ia mulai menirukan peranan yang dijalankan oleh orang tuanya atau peranan orang dewasa lain dengan siapa ia sering berinteraksi.
2. Game Stage, seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankannya oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi.
3. Generalized Other, pada tahap awal sosialisasi, interaksi seorang anak biasanya terbatas pada sejumlah kecil orang lain biasanya anggota keluarga, terutama ayah dan ibu. Oleh Mead orang-orang yang penting dalam proses sosialisasi ini dinamakan significant other. Pada tahap ketiga sosialisasi seseorang dianggap telah mampu mengamil peranan-peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat mampu mengambil peranan Generalized Other. Ia telah mampu brinterksi dengan orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang lain dengan siapa ia berinteraksi.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan sebagai berikut:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
c. Mansuia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
B. Peranan Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial
Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial. Artinya, manusia akan senantiasa dan selalu berhubungan dengan orang lain. Manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Fakta ini memberikan kesadaran akan “ketidakberdayaan” manusia dalam memenuhi kebutuhannya sendiri. Kebutuhan akan orang lain dan interaksi sosial membentuk kehidupan berkelompok pada manusia. Berbagai kelompok sosial tumbuh seiring dengan kebutuhan manusia untuk saling berinteraksi. Dalam berbagai kelompok sosial ini, manusia membutuhkan norma-norma pengaturannya. Terdapat norrma-norma sosial sebagai patokan untukbertingkah laku bagi manusia di kelompoknya. Norma-norma tersebut ialah:
a. Norma agama atau religi, yaitu norma yang bersumber dari Tuhan yang diperuntukkan bagi umat-Nya. Norma agama berisi perintah agar dipatuhi dan larangan agar dijauhi umat beragama. Norma agama ada dalam ajaran-ajaran agama.
b. Norma kesusilaan atau moral, yaitu norma yang bersumber dari hati nurani manusia untuk mengajak kepada kebaikan dan menjauhi keburukan. Norma moral bertujuan agar manusia berbuat baik secara moral. Orang berkelakuan baik adalah orang yang bermoral, sedangkan orang yang berkelakuan buruk adalah orang tidak bermoral atau amoral.
c. Norma kesopanan atau adat adalah norma yang bersumber dari masyarakat dan berlaku terbatas pada lingkungan masyarakat yang bersangkutan. Norma ini di maksudkan untuk menciptakan keharmonisan hubungan antarsesama.
d. Norma hukum, yaitu norma yang dibuat masyarakat secara remi (negara) yang pemberlakuannya dapat dipaksakan. Norma hukum yang brsifat tertulis.
Selain itu, norma dapat dibedakan pula menjadi empat macam berdasarkan kekuatan berlakunya dimasyarakat. Ada norma yang daya ikatnya sangat kuat, sedang, dan ada pula norma yang daya ikatnya sangat lemah. Keempat jenis tersebut adalah cara (usage), kebiasaan (folkways), tata kelakuan (mores), dan adat istiadat (costum).
a. Cara (usage)
Cara adalah bentuk kegiatan manusia yang daya ikatnya sangat lemah. Norma ini lebih menonjol dalam hubungn antarindividu atau perorangan. Pelanggaran terhadap norma ini tidak mengakibatkan hukuman yang berat, tetapi sekedar celaan. Contohnya cara makan, ada yang makan sambil berdiri dan ada yang makan sambil duduk. Cara makan sambil duduk dianggap lebih panas dibandingkan cara makan sambil bediri.
b. Kebiasaan (falkways)
Kebiasaan adalah kegiatan atau perbuatan yang di ulang-ulang dalam bentuk yang sama oleh orang banyak kerana disukai. Norma ini lebih kuat daya ikatnya dari pada norma cara. Contohnya, kebiasaan salam bila bertemu.
c. Tata kelakuan (mores)
Tata kelakuan adalah kebiasaan yang di anggap sebagai norma pengatur. Sifat norma ini disatu sisi sebagai pemaksa suatu perbuatan dan disisi lain sebagai suatu larangan. Dengan demikian, tata kelakuan dapat menjadi acuan agar masyarakat menyusuaikan diri dengan kelakuan yang ada serta meninggalkan perbuatan yang tidak sesui dengan tata kelakuan.
d. Adat istiadat (custom) Adat istiadat adalah kelakuan yang telah menyatu kuat dalam pola-pola perilaku sebuah masyarakat.
C. Dinamika Interaksi Sosial
Sebagai mahluk hidup yang berada di muka bumi ini keberadaan manusia adalah sebagai mahluk individu dan mahluk sosial, dalam asrti manusia senantiasa tergantung dan atau berinteraksi dengan sesamanya. Dengan demikian, maka dalam kehidupan lingkungan sosial manusia senantiasa terkait dengan interaksi antara individu manusia, interaksi antar kelompok, kehidupan sosial manusia dengan lingkungan hidup dan alam sekitarnya, berbagai proses sosial dan interaksi sosial, dan berbagai hal yang timbul akibat aktivitas manusia seperti perubahan sosial. Secara sosial sebenarnya manusia merupakan mahluk individu dan sosial yang mempunyai kesempatan yang sama dalam berbagai hidup dan kehidupan dalam masyarakat. Artinya setiap individu manusia memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dalam menguasai sesuatu, misalnya bersekolah, melakukan pekerjaan, bertanggung jawab dalam keluarga serta berbagai aktivitas ekonomi, politik dan bahkan beragama. Namun demikian, kenyataannya setiap individu tidak dapat menguasai atau mempunyai kesempatan yang sama. AKibatnya, masing-masing individu mempunyai peran dan kedudukan yang tidak sama atau berbeda. Banyak faktor yang menyebabkan itu bisa terjadi, misalnya kondisi ekonomi (ada si miskin dan si kaya), sosial (warga biasa dengan pak RT, dll), politik (aktivis partai dengan rakyat biasa), budaya (jago tari daerah dengan tidak) bahkan individu atau sekelompok manusia itu sendiri. Dengan kata lain, stratifikasi sosial mulai muncul dan tampak dalam kehidupan masyarakat tersebut.
D. Dilema Kepentingan Individu Dan Kepentingan Masyarakat
Setiap yang disebut manusia selalu terdiri dari dua kepentingan, yaitu kepentingan individu yang termasuk kepentingan keluarga, kelompok atau golongan dan kepentingan masyarakat yang termasuk kepentingan rakyat . Dalam diri manusia, kedua kepentingan itu satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Apabila salah satu kepentingan tersebut hilang dari diri manusia, akan terdapat satu manusia yang tidak bisa membedakan suatu kepentingan, jika kepentingan individu yang hilang dia menjadi lupa pada keluarganya, jika kepentingan masyarakat yang dihilangkan dari diri manusia banyak timbul masalah kemasyarakatan contohnya korupsi. Inilah yang menyebabkan kebingungan atau dilema manusia jika mereka tidak bisa membagi kepentingan individu dan kepentingan masyarakat. Dilema anatara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat adalah pada pertanyaan mana yang harus diutamakan, kepentingan manusia selaku individu atau kepentingan masyarakat tempat saya hidup bersama? Persoalan pengutamaan kepentingan individu atau masyarakat ini memunculkan dua pandangan yang berkembang menjadi paham/aliran bahkan ideologi yang dipegang oleh suatu kelompok masyarakat.

Sabtu, 20 Oktober 2012

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA


TUGAS IBD 2

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

       Pengertian Manusia

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.
Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri, hal ini dapat dilihat pada gambar siklus hubungan manusia dengan lingkungan sebagai berikut:
Siklus Hubungan Manusia
Gambar tersebut menggambarkan bahwa lingkungan dan manusia atau manusia dan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan sebagai ekosistem, yang dapat dibedakan mejadi:
- Lingkungan alam yang befungsi sebagai sumber daya alam
- Lingkungan manusia yang berfungsi sebagai sumber daya manusia
- Lingkungan buatan yang berfungsi sebagai sumber daya buatan
   
        Pengertian Budaya

Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Definisi budaya dalam pandangan ahli antropologi sangat berbeda dengan pandangan ahli berbagai ilmu sosial lain. Ahli-ahli antropologi merumuskan definisi budaya sebagai berikut:
E.B. Taylor: 1871 berpendapat bahwa budaya adalah: Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan Linton: 1940, mengartikan budaya dengan: Keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
Adapun Kluckhohn dan Kelly: 1945 berpendapat bahwa budaya adalah: Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia
Lain halnya dengan Koentjaraningrat: 1979 yang mengatikan budaya dengan: Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Berdasarkan definisi para ahli tersebut dapat dinyatakan bahwa unsur belajar merupakan hal terpenting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan. Hanya sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tak perlu dibiasakan dengan belajar.

Dari kerangka tersebut diatas tampak jelas benang merah yang menghubungkan antara pendidikan dan kebudayaan. Dimana budaya lahir melalui proses belajar yang merupakan kegiatan inti dalam dunia pendidikan.
Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :
1. wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup;
2. aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret;
3. Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.

1.                 MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. Untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi.
Hommes mengemukakan bahwa, informasi IPTEK yang bersumber dari sesuatu masyarakat lain tak dapat lepas dari landasan budaya masyarakat yang membentuk informasi tersebut. Karenanya di tiap informasi IPTEK selalu terkandung isyarat-isyarat budaya masyarakat asalnya. Selanjutnya dikemukakan juga bahwa, karena perbedaan-perbedaan tata nilai budaya dari masyarakat pengguna dan masyarakat asal teknologinya, isyarat-isyarat tersebut dapat diartikan lain oleh masyarakat penerimanya.
Disinilah peran manusia sebagai makhluk yang diberi kelebihan dalam segala hal, untuk dapat memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Allah SWT melalui alam ini. Sehingga dengan alam tersebut manusia dapat membentuk suatu kebudayaan yang bermartabat dan bernilai tinggi. Namun perlu digarisbawahi bahwa setiap kebudayaan akan bernilai tatkala manusia sebagai masyarakat mampu melaksanakan norma-norma yang ada sesuai dengan tata aturan agama.
JJ. Hoeningman membagi kebudyaan dlm 3 wujud :
Gagasan : Kebudayaan yang berbentuk kumpulan, ide, gagasan,nilai,norma, peraturan yang sifatnya abstrak.
Aktivitas (tindakan) :  Wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat., sering disebut sebagai system sosial, yaitu aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu.sifatnya konkret dapat diamati.
Artefak ( karya) : Wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda yang dapat diraba dan dilihat.

2.                 Etika dan Estetika Berbudaya
Etika manusia dalam berbudaya
Etika berasal dari bahasa Yuniani, ethos.
Ada 3 jenis makna etika menurut Bertens :
- Etika dalam arti nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok orang dalm mengatur tingkah laku.
- Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral ( kode etik)
- Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang baik dan buruk ( filsafat moral)
Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Manusia beretika, akan menghasilkan budaya yang beretika. Etika berbudaya mengandung tuntutan bahwa budaya yang diciptakan harus mengandung niali-nilai etik yang bersifat universal. Meskipun demikian suatu bidaya yang dihasilkan memenuhi nilai-nilai etik atau tidak bergantung dari paham atau ideologi yang diyakini oleh masyarakat.
Estetika manusia dalam berbudaya
Estetika dapat dikatakan sebagi teori tentang keindahan atau seni, Estetika berkaitan dengan nilai indah-jelek.
Makna keindahan :
a. secara luas, keindahan mengandung ide kebaikan
b. secara sempit, yaitu indah dalam lingkup persepsi penglihatan ( bentuk dan warna)
c. secara estetik murni, menyangkut pengalaman estetik sesorang dalam hubungannya dengan segala ssuatu yang diresapinya melalui indera.
Estetika berifat subyektif,sehingga tidak bisa dipaksakan. Tetapi yang penting adalah menghargai keindahan budaya yang dihasilkan oleh orang lain.

3.                 Problematika Kebudayaan
Kebudayaan mengalami dinamika seiring dengan dinamika pergaulan hidup manusia sebagi pemilik kebudayaan, Dinamika Kebudayaan berupa :
1. Pewarisan kebudayaan
Proses pemindahan, penerusan, pemilikan dan pemakaian kebudyaan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan
Pewarisan dapt melalui :
- enkulturasi (Pembudayaan) : Proses mempelajari dan menyesuaikan pikiran dan sikap individu dengan system norma, adapt dan peraturan hidup dalam kebudyaan
- Sosialisasi (Proses pemasyarakatan)
Individu menyesuaikan diri dengan individu lain dalam masyarakat.
Masalah dalam Pewarisan Kebudayaan :
a. Sesuai/tidaknya budaya warisan dengan dinamika masyarakat saat sekarang.
b. Penolakan generasi penerima terhadap warisan budaya
c. Munculnya budaya baru yang tidak sesuai dengan budaya warisan.
2. Perubahan kebudayaan
Perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsure-unsur budaya yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan dimana fungsinya tidak sesuai dengan bagi kehidupan.
Contoh : pembangunan , modernisasi







4.                 Manakah yang benar kebudayaan adalah produk manusia, atau manusia adalah produk kebuyaan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya. Jadi menurut saya semuanya benar karena kebudayaan yang memproduksi manusia dan manusia yang memproduksi kebudayaan, saling melengkapi karena manusia dengan kebudayaan mempunyai hubungan yang sangat erat dan kompleks. Kebudayaan membutuhkan manusia untuk, dan manusia membutuhkan kebudayaan.
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. 

Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai

1. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya

2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.

3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia

4. Pembeda manusia dan binatang

5. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.

6. Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.

7. Sebagai modal dasar pembangunan.
Referensi :http://www.andi,blogspot.com


Minggu, 07 Oktober 2012

PENGANTAR ILMU BUDAYA DASAR


PENGANTAR ILMU BUDAYA DASAR

      I.        Hakikat dan Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu budaya dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

1.       HAKEKAT IBD
Secara garis besar ilmu dan pengetahuan dapat di kelompokan menjadi tiga macam, yaitu
a. Ilmu alamiah (natural sciences)
b. Ilmu social (social sciences)
c. Pengetahuan budaya (the humatinies)

Ilmu sosial dasar (ISD) termasuk dalam kelompok ilmu sosial. Namun, ISD tida bersifat sebagai pengantar kearah suatu bidang di siplin ilmu sosial sebagaimana pengantar ilmu politik, pengantar antropologi, pengantar sosiologi. ISD menggunakan pengertian yang berasal dari berbagai disiplin ilmu untuk menggapai masalah-masalah sosial, kususnya yang di hadapi masyarakat Indonesia.
Dan ISD mempunyai tema pokok, yaitu hubungan timbal balik manusia dengan lingkunganya. Adapun sasaran atau objek kajian ISD adalah sebagai berikut.
a. Berbagai kenyataan bersama yang merupakan masalah yang dapat di tanggapi melalui pendekatan sendiri maupun pendekatan antar bidang (interdisiplin)
b. Keanekaan golongan dan kesatuan sosial dalam mayarakat yang masing-masing memiliki kepentingan dan kebutuhan sendiri, tetapi terdapat juga persamaan kepentingan yang dapat mengakibatkan kerjasama dan pertentangan.

ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan kepada mahasiswa yang di harapkan akan cepat tanggap dan mampu menghadapi dan menaggulangi masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat (masalah sosial), Dengan mengetahui dan mengorientasikan diri kedalamnya, dan ruang lingkup materi yang di sajikan dalam ISD meliputi :
a. Individu, keluarga, dan masyarakat.
b. Masyarkat desa dan masyarakat kota.
c. Msalah penduduk.
d. Pelapisan sosial.
e. Pemuda dan sosialisasi
f. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan

Adapun subtansi kajian ISBD berdasarkan ketentuan surat keputusan dirjen Dikti No. 30/kep/ 2003 tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyarakat di perguruan tinggi Indonesia, mencakup pokok-pokok kajian sebagai berikut.
a. Pengantar ISBD.
b. Manusia sebagai mahluk individu dan sosial.
c. Manusia peradaban
d. Manusia sebagai mahluk individu dan sosial.
e. Manusia keragaman, dan kesederajatan.
f. Moralitas dan hukum
g. Manusia dan sains, dan teknologi
h. Manusia dan lingkungan

B.  Ruang Lingkup ISD,IBD,dan ISBD

a.    Ruang lingkup dari ISD adalah sebagai berikut :

1. Individu,keluarga,dan masyarakat.
2. Masyarakat kota dandesa
3. Masalah penduduk
4. Pelapisan social
5. Pemuda dan sosialisasi
6. Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan

b.    Ruang lingkup yang disajikan dari IBD adalah sebagai berikut :

1. Manusia dan pandangan hidup
2. Manusia dan keindahan
3. manusia dan keadilan
4. Manusia dan cinta kasih
5. Manusia dan tanggung jawab
6. Manusia dan kegelisahan
7. Manusia dan harapan
c. Sedangkan ruang lingkup dari ISBD adala sebagai berikut :

1. Pengantar ISBD
2. Manusia sebagai makhluk budaya
3. Manusia dan peradaban
4. Manusia sebagai makhluk individu dan social
5. Manusia,keragaman,dan kesejahteraan
6. Moralitas dan hokum
7. Manusia,sains,dan teknologi
8. Manusia dan lingkungan


    II.        IBD Sebagai Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dan Pendidikan Umum

1.    IBD merupakan kelompok MBB di Perguruan Tinggi

Menurut MENPEN RI nomor 232/U/2000tenteng pedoman penyusunan kurikulum
pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa,maka kajian dan pelajaran dicakup
dalam program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang terdiri dari :

a. Kelompok matakuliah pengembangan pribadi
b. Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan
c. Kelompok matakuliah keahlian berkarya
d. Kelompok matakuliah perilaku berkarya
e. Kelompok matakuliah berkehiduapan bermasyarakat.

2.    IBD sebagai program pendidikan Umum ( General Education)

IBD merupakan sebagai program umum yang bersifat mengantar mahasiswa yamg
memiliki kemampuan personal.
Kemampuan personal merupakan kaitan dengan kemampuan individu untuk menempatkan diri
sebagai anggota masuyarakat yang tidak terpisahkan dari masyarakat itu sendiri.
Programpendidikan umum yaitu untuk memperluas cakrawala.perhatian dan pengetahuan
para mahasiswa sehinggan tidak terbatas pada bidang pengetahuan keahlian serta golongan asal
masing-masing.


   III.        IBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA.

ISBD merupakan sebagai integarasidari ISD dan IBD yang memberikan dasar-dasar
pengetahuan social dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehinggan mampu mengkaji
masalah social,kemanusian,dan budaya.
Pendekatan ISBD juga merupakan akan memperluas pandangan bahwa masalah
social,kemanusian,dan budaya dapat didekati dari berbagai sudut pandang.Dengan wawasan
sehinggan mampu mengkaji sebuah masalah kemasyarakat yang lebih kompleks,demikian pula
dengan solusi pemecahannya.


2. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
A. Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Manusia adalah salasatu mahluk Tuhan di Dunia. Makhluk Tuhan di alam fana ini ada empat macam, yaitu alam, tumbuhan, binatang dan manusia. Dan sifat-sifat yang di miliki manusia tersebut sebagai berikut.
1. Alam memiliki sifat wujud
2. Tumbuhan memiliki sifat wujud dan hidup
3. Binatang memiliki sifat wujud, dan hidup di bekali nafsu
4. Manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu, serta akal dan budi

Akal budi merupakan pemberian sekaligus potensi dalam diri manusia yang tida di miliki makhluk lain. Dan kelebihan manusia di banding makhluk lain terletak pada akal budi. Anugrah Tuhan akan akal budilah manusia yang membedakan dari makhluk lain. Akal adalah kemampuan berpikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki. Dan dengan akal budilah manusia mampu menciptakan, dan mengkreasi, memperlakukan, memperbarui, mengembangkan, dan meningkatkan sesuatu yang ada untuk kepentingan hidup manusia. Dan istilah Manusia berasal dari kata manusia mendapat tambahan awalan ke- dan akhiran-an sehingga menjadikan kata benda yang abstrak. Manusia menunjuk kata kerja yang kongkrit, sedangkan kemanusiaan merupakan kata kerja yang abstrak. Dengan demikian, Manusia adalah homo, sedangkan kemanusiaan adalah human. Kemanusaan berarti hakekat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi harkat dan martabatnya. Kemanusiaan merupakan prinsip nilai yang berisi keharusan/tuntunan untuk berkesesuaian dengan hakekat dari manusia. Hakekat Manusia bias di pandang secara segmental atau dalam arti parsial.
Hakekat manusia Indonesia berdasarkan pancasila sering dikenal dengan sebutan hakekat kodrat monopluralis. Dan hakekat manusia terdiri atas :
1. Monodualis susunan kodrat manusia yang terdiri dari aspek keragaman, meliputi wujud materi anorganis benda mati, vegetatif, dan animalis serta aspek kejiwaan meliputi cipta, rasa, dan karsa.
2. Monodualis sifat kodrat manusia terdiri atas sgi individu dan segi sosial
3. Monodualis kedudukan kodrat meliputi segi keberadaan manusia sebagai makhluk yang berkepribadian merdeka (berdiri sendiri) sekaligus juga menunjukan keterbatasanya sebagai makhluk Tuhan.

B. Etika dan estetika berbudaya
Dan masalah etika dan estetika berbudaya kata etika berasal dari bahasa Yununi, yaitu ethos. Secara etimologi, etika adalah ajaran tentang baik buruk, yang di terima umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Etika bisa dikatakan dengan moral,ahlak,atau kesusilaan.
Namun etika memiliki makna yang berfariasi. Bertnes menyebutkan ada tiga jenis makna etika sebagai berikut :
a. Etika dalam arti nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok orang dalam mengatur tingkah laku.
b. Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral (yang di maksud di sini adalah kode etik).
c. Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang yang baik dan yang buruk. Di sini etika sama artinya dengan filsafat mpral.

Dan masalah estetika dalam berbudaya dapat di katakana sebagai teori tentang keindahan atau seni. Oleh karena itu Budaya sebagai hasil karya manusia sesungguhnya di upayakan untuk memenuhi unsure kebudayaan. Namun sekali lagi, bahwa suatu produk budaya yang di pandang indah oleh masyarakat pemiliknya belum tentu indahbagi masyarakat budaya lain.

1. Manusia sebagai Mahkluk Individu Dan Sosial
Unsur-unsur hakekat manusia terdiri dari hal-hal berikut :
1. Susunan kodrat manusia terdiri atas raga dan jiwa.
2. Sifat kpdrat terdiri atas nakhluk individu dan sosial.
3. kedudukan kodrat terdiri atas makhluk berdiri sendiri dan makhluk Tuhan

berdasarkan pembedaan demikian maka manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial adalah hakekat manusia berdasarkan sifat-sifat kodrat yang melekat pada dirinya. Dan Manusia sebagai makhluk individu yaitu berasal dari bahasa latin individuum yang artinya tak terbagi. Dan kata individu merupakan sebutan yang di pakai untuk menyatakan satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.Dan manusia terlahir sebagai makhluk individual yang bermakna tida terbagi atau terpisahkan antara jiwa dan raga. Secara biologis, manusia terlahir dengan kelengkapan fisik, Dalam perkembanganya, manusia sebagai makhluk individu tida hanya tida hanya bermakna kesatuan raga dan jiwa, tetapi akan menjadi kepribadian yang khas dengan corak dengan kepribadianya, termasuk kemampuan kecakapanya. kemudian pertumumbuhan dan perkembangan individu di pengaruhi beberapa factor, mengenai hal tersebut ada tiga pandangan, yaitu :
a. Pandangan nativistik menyatakan bahwa pertumbuhan individu seperti bakat dan potensi, termasuk pula hubungan atau kemiripan dengan orang tuanya. Misalnya, jika ayahnya seniman maka anaknya seniman pula.
b. Pandangan empiristik menyatakan bahwa pertumbuhan individu semata-mata didasarkan atas factor lingkungan yang akan menentukan pertumbuhan seseorang. Pandangan ini bertolak belakang dengan pandangan nativistik.
c. Pandangan konfergensi yang menyatakan bahwa pertumbuhan individu di pengaruhi olegh factor diri individu dan lingkungan. Bakat anak merupakan potensi yang harus di sesuaikan dengan di ciptakanya lingkungan yang baik sehingga ia bisa tumbuh dengan optimal. Pandangan ini berupaya menggabumgkan kedua pandangan sebelumnya.

2. Manusia dan peradaban
Hakekat Peradaban peradaban memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan. Kebudayaan pada hakwkatnya adalah hsil cipta, rasa,dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemampuan cipta (akal) manusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Kemampuan rasa manusia melalui alat-alat indranya menghasilkan barang seni dan bentuk-bentuk kesenian. Sedangkan karsa manusia menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagiaan sehingga menghasilkan aktivitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhanya. Dan kalo kita berbicara tentang kebudayaan lagi bahwa kebudayaan sekarang mengalami prosesperkembangan secara bertahap dan berkesinambungan yang kita konsepkan sebagai evolusi kebudayaan, dan evolusi ini berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya atau akal pikiran manusia dalammenghadapi tantangan hidup dari waktu kewaktu. Proses evolusi untuk tiap kelompok masyarakat di tiap tempat berbeda-beda, bergantung pada tantangan, lingkungan dan kemampuan intelektual manusianya untuk mengantisipasi tantangan tadi.
3. Dinamika Peradaban Global
Menurut Arnold Y. Toynbee, seorang sarjawan asal inggris, lahirnya peradaban itu di uraikan dengan teori challenge and respons. Peradaban itu lahir sebagai respon (tanggapan) manusia dengan segenap daya upaya dan akalnya menghadapi, menaklukan, dan mengolah alam sebagai tantangan (challenge) guna mencukupi kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidupnya. Dan gelombang ketiga revolusi informasi yang di tandai dengan kemajuan teknologi informasi dan memudahkan manusia untuk berkomunikasi dalam berbagai bidang. Gelombang ketiga terjadi dengan kemajuan teknologi dalam bidang :
a. Komunikasi dan data prosesing.
b. Penerbangan dan angkasa luar.
c. Energi alternative dan energi yang dapat di perbaharui.
d. Terjadinya urbanisasi, yang di sebabkan oleh kemajuan teknologi, komunikasi, dan transportasi.

4. Manusia, Keragaman, Dan Kesetaraan
Keragaman berasal dari kata ragam. Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), ragam berarti(1) sikap, tingkah laku, cara; (2) macam, jenis; (3) musik, lagu, langgam; (4) warna, corak ; (5) laras ( tata bahasa ), keragaman menun jukan adanya banyak macam.
Dan makna kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat. Jadi kedetaraan juga dapat di sebut kesederajatan. Dansederajat artinya sama tingkatan ( kedudukan pangkat). Dengan demikian , kesetaraan atau kesederajatn menunjukan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tida lebih tinggi atau tida lebih rendah antara satu sama lain. Dan scara horizontal, masyarakat majemuk, di kelompokan berdasarkan :
1. Etnik dan ras atau asal usul keturunan.
2. Bahasa daerah.
3. Adat istiadat atau perilaku.
4. Agama.
5. Pakaian, makanan, dan budaya material lainya

Menurut Koentjaraningrat (1990) menyatakan suku bangsa sebagai kelompok manusia sosial atau kesatuan hidup manusia yang memiliki system interaksi, yang ada karena kontinuitas dan rasa identitas yang mempersatukan semua anggotanya serta memiliki system kepemimpinan sendiri.
F. Baart (1988) menyatakan etnik adalah suatu kelompok masyarakat yang sebagian besar secara biologis mampu berkembang biak dan bertahan, mempunyai nilai budaya yang sama dan sadar akan kebersamaan dalam suatu bentuk budaya, membentuk jaringan komunikasi dan interaksi sendiri.
5. Manusia, nilai, moral, dan hukum
Bahwa hakekat dari padaNilai dan Moral termasuk dalam kawasan etika. Bertnens (2001) menyebutkan ada tiga jenis makna etika, yaitu :

a. Etika berarti nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
b. Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral, yang di maksud adalah kode etik.
c. Etika berarti ilmu tentang baik dan buruk.

Dan Nilai adalah merupakan sesuatu yang di harapkan oleh manusia mengakui adanya keindahan. Akan tetapi , keindahan sebagai nilai adalah abstrak (tida dapat diindrakan).yang dapat diindrakan adalah objek yang memiliki nilai keindahan itu.
6. Manusia, Sains, Teknologi, Dan Seni
Hakekat dari makna sains, teknologi, seni adalah Bahwa selama sejarah , unat manusia telah berhasil menciptakan berbagai ragam kebudayaan. Namun apabila kita ringkas, berbagai macam atau ragam kebudayaan dapat di ringkas menjadi tuju buah atau tujuh unsur kebudayaan saja
7. Keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan
Keadilan berasal dari bahasa arab adil yang artinya tengah. Keadilan berarti menempatkan sesuatu di tengah-tengah, tidak berat sebelah, atau dengan kata lain keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Berikut ini beberapa makna keadilan menurut para ahli :
a. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kadilan berarti (sifat perbuatan, perlakuan) yang adil. Keadilan berarti perilaku atau perbuatan yang dalam pelaksanaanya memberikan kepada pihak lain sesuatu yang mestinya harus di terima oleh pihak lain.
b. Menurut W.J.S. Poerwodarminto, keadilan berarti tidak berat sebelah, sepatutnya, tida sewenang-wenang. Dan orang-orang yang sewenang-wenang itu bertindak tida adil.
c. Menurut Frans Magnis Suseno dalam bukunya Etika Politik menyatakan bahwa keadilan adalah sebagai suatu keadaan di mana semua orang dalam situasi yang sma diperlakukan secara sama.

Dan fungsi dari pada hukum dalam masyarakt itu ada empat macam :
a. Sebagai alat pengatur tertib hubungan masyarakat.
b. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial.
c. Sebagai penggerak pembangunan.
d. Fungsi kritis hukum

8. Manusia dan lingkungan
Menurut Aristoteles bahwa manusia di pengaruhi oleh aspek geografi dan lembaga politik. Dan menurut Montesquieu menyatakan bahwa iklimlah yang mempengaruhi perilaku politik dan semangat manusia. Arnold Toynbee menyatakan peradaban manusia akan tumbuh pada lingkungan yang sukar dan penuh tantangan sehingga melahirkan élan vital.
Dan Hakekat makna lingkungan bagi manusia pada mulanya, manusia mencoba mengenallingkungan hidupnya, kemudian barulah manusia menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya. Karena lingkungan adalah suatu media dimana makhluk itu tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbale balik dengan makhluk hidup yang menempatinya. Kemudian kalau kita berbicara mengenai hubungan lingkungan dengan kesejahteraan, bahwasanya lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup sejahtera. Lingkungan hidup menjadi sumber dan penunjang hidup. Dengan demikian, lingkungan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia.dan pengolahan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, dan pemulihan.
Dan pengolahan lingkungan hidup memiliki tujuan sebagai berikut :
a. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
b. Mewujudkan manusia sebagai Pembina lingkungan hidup.
c. Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup.
d. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan dating.

9. Problematika lingkungan sosial budaya yang di hadapi Masyarakat
Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan dan interaksi sosial antar berbagai kelompok beserta pranatanya dengan symbol dan nilai serta terkait dengan ekosoistem (sebagai komponen lingkungan alam) dan tata ruang atau peruntukan ruang (sebagai lingkungan binaan / buatan) Manusia hidup berkaitab dengan lingkungan, baok lingkungan fisik (alam dan buatan) maupun lingkungan sosial.
Dan problema-problema sosial timbul dari kekurangan dalam diri manusia atau kelompok manusia yang bersumber dari faktor ekonomim, biologis, biopsikologis, dan kebudyaan. Setiap masyarakat memiliki Norma-norma yang menyangkut kesejahteraan, kebendaan, kesehatan, dan penyesuaian diri.
Maka problem sosial dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
a. Problem sosial karena faktor ekonomi, seperti kemiskinan, kelaparan, dan pengangguran.
b. Problem sosial karena faktor biologis, seperti wabah penyakit.
c. Problem sosial karena faktor psikologis, seperti bunuh diri, sakit jiwa,dan disorganisasi.
d. Problem sosial karena kebudayaan, seperti perceraian, kejahatan, kenakalan remaja, kenakalan anak, konflik ras, dan konflik keagamaan.

Dan isu-isu penting dalam persoalan lintas budaya dan bangsa, isu tentang lingkungan di antaranya :
a. Kekurangan pangan.
b. Kekurangan sumber air bersih.
c. Polusi atau pencemaran.
d. Perubahan iklim.

Dan isu-isu tentang kemanusiaan di antaranya :
a. Kemiskinan.
b. Konflik atau perang.
c. Wabah penyakit.


  IV.        Perbedaan dan Persamaan Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
ilmu social dasar adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu.

a.Persamaan:

sama-sama ilmu yang mempelajari tentang masalah-masalah manusia baik dalam budaya maupun lingkungan sosialnya

b.Perbedaan:
jika ilmu budaya dasar mempelajari tentang masalah manusia yang berkaitan dengan budaya dan dasar-dasarnya , sedangkan ilmu social dasar mempelajari tentang masalah manusia dengan lingkungan sosialnya