Senin, 07 Oktober 2013

ISD

Nama    : Emalia Viviana
Kelas      : 2ID09
NPM      : 32412481
Tugas ISD

1.  Pengertian Penduduk : Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
Orang yang tinggal di daerah tersebut
Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut (memiliki surat resmi yang diakui secara hukum)
Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggaldi situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal didaerah lain.Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlahpenduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. (http://www.scribd.com).
Pengertian masyarakat : Masyarakat juga sering dikenal dengan istilahsociety yang berarti sekumpulan orang yang membentuk sistem, yang terjadi komunikasi didalam kelompok tersebut. Menurut Wikipedia, kata Masyarakat sendiri diambil dari bahasa arab, Musyarak. Masyarakat juga bisa diartikan sekelompok orang yang saling berhubungan dan kemudian membentuk kelompok yang lebih besar. Biasanya masyarakat sering diartikan sekelompok orang yang hidupa dalam satu wilayah dan hidup teratur oleh adat didalamnya. (http://www.rumahbaca.com)
Pengertian kebudayaan : Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu budhahayah yang artinya budi atau akal. Dalam bahasa lain, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum apat diartikan sebagai segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya. Atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidup di dalam lingkungan. Dalam arti social budaya juga dapat diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola peerilaku yang ditularkan secara social, yang merupakan kekhususan kelompok tersebut. (Nugroho,Widyo.1996.MKDU Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadrma)



2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk :
1.      Kelahiran (Fertilitas)

2. Kematian (Mortalitas)

3. Perpindahan (Migrasi)

kelahiran bersifat menambah,kematian bersifat mengurangi dan mingrasi dapat bersifat menambah(migrasi masuk)dan dapat pula bersifat mengurangi(mingrasi keluar). untuk banyak negara ,termasuk indonesia,pertumbuhan penduduk di tentukan oleh kelahiran dan kematian,karena mingrasi masuk dan migrasi keluar terlalu kecil sehingga bisa diabaikan, selain faktor demografi yang telah dijelaskan sebelumnya ,secara tidak langsung pertumbuhan penduduk juga di pengaruhi oleh faktor-faktor nondemografi. Faktor nondemografi yang penting ialah kesaehatan dan pendidikan pengaruh kesehatan dalam pertumbuhan penduduk terlihat dari jumlah kematian .Semangkin maju tingkatan kesehatan ,maka kecil jumlah kematian ,yang selanjutnya dapat menyebabkan pertumbuhan pertumbuhan penduduk besar,apabila jumlah kelahiran besar. Kesehatan juga berhubungan dengan
pendidikan. Semangkin tinggi pendidikan maka kesehatan akan semangkin baik.

3.      Unsur-unsur suatu masyarakat
a. Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak
b. Telaah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.
c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
d. Berangotakan minimal dua orang.
e. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
f. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang     saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
g.  Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat. (
http://majidbsz.wordpress.com & http://organisasi.org).

4.   Kebudayaan umat manusia mempunyai unsur-unsur yang bersifat universal. Unsur-unsur kebudayaan tersebut dianggap universal karena dapat ditemukan pada semua kebudayaan bangsa-bangsa di dunia.

Menurut Koentjaraningrat ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:

1.      Sistem religi, system kepercayaan atau agama (homo religious) yang meliputi:
a.      sistem kepercayaan
b.      sistem nilai dan pandangan hidup
c.       komunikasi keagamaan
d.      upacara keagamaan
2.      Sistem kemasyarakatan atau organisasi social (homo socius) yang meliputi:
a.      kekerabatan
b.      asosiasi dan perkumpulan
c.       sistem kenegaraan
d.      sistem kesatuan hidup
e.      perkumpulan
3.      Sistem pengetahuan (homo sapiens) meliputi pengetahuan tentang:
a.      flora dan fauna
b.      waktu, ruang dan bilangan
c.       tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia
4.      Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi (homo longuens) berbentuk:
a.      lisan
b.      tulisan
5.      Kesenian (homo aesteticus) yang meliputi:
a.      seni patung/pahat
b.      relief
c.       lukis dan gambar
d.      rias
e.      vokal
f.        musik
g.      bangunan
h.      kesusastraan
i.        drama
6.      Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi (homo economicus) yang meliputi:
a.      berburu dan mengumpulkan makanan
b.      bercocok tanam
c.       peternakan
d.      perikanan
e.      perdagangan
7.      Sistem peralatan hidup atau teknologi (homo faber) yang meliputi:
a.      produksi, distribusi, transportasi
b.      peralatan komunikasi
c.       peralatan konsumsi dalam bentuk wadah
d.      pakaian dan perhiasan
e.      tempat berlindung dan perumahan
f.        senjata
(http://tugasibddarari.blogspot.com & . (Nugroho,Widyo.1996.MKDU Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadrma)

 5.    Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya.Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut. 




Nama    : Emalia Viviana
Kelas      : 2ID09
NPM      : 32412481
Tugas ISD

1.  Pengertian Penduduk : Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
Orang yang tinggal di daerah tersebut
Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut (memiliki surat resmi yang diakui secara hukum)
Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggaldi situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal didaerah lain.Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlahpenduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. (http://www.scribd.com).
Pengertian masyarakat : Masyarakat juga sering dikenal dengan istilahsociety yang berarti sekumpulan orang yang membentuk sistem, yang terjadi komunikasi didalam kelompok tersebut. Menurut Wikipedia, kata Masyarakat sendiri diambil dari bahasa arab, Musyarak. Masyarakat juga bisa diartikan sekelompok orang yang saling berhubungan dan kemudian membentuk kelompok yang lebih besar. Biasanya masyarakat sering diartikan sekelompok orang yang hidupa dalam satu wilayah dan hidup teratur oleh adat didalamnya. (http://www.rumahbaca.com)
Pengertian kebudayaan : Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu budhahayah yang artinya budi atau akal. Dalam bahasa lain, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum apat diartikan sebagai segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya. Atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidup di dalam lingkungan. Dalam arti social budaya juga dapat diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola peerilaku yang ditularkan secara social, yang merupakan kekhususan kelompok tersebut. (Nugroho,Widyo.1996.MKDU Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadrma)



2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk :
1.      Kelahiran (Fertilitas)

2. Kematian (Mortalitas)

3. Perpindahan (Migrasi)

kelahiran bersifat menambah,kematian bersifat mengurangi dan mingrasi dapat bersifat menambah(migrasi masuk)dan dapat pula bersifat mengurangi(mingrasi keluar). untuk banyak negara ,termasuk indonesia,pertumbuhan penduduk di tentukan oleh kelahiran dan kematian,karena mingrasi masuk dan migrasi keluar terlalu kecil sehingga bisa diabaikan, selain faktor demografi yang telah dijelaskan sebelumnya ,secara tidak langsung pertumbuhan penduduk juga di pengaruhi oleh faktor-faktor nondemografi. Faktor nondemografi yang penting ialah kesaehatan dan pendidikan pengaruh kesehatan dalam pertumbuhan penduduk terlihat dari jumlah kematian .Semangkin maju tingkatan kesehatan ,maka kecil jumlah kematian ,yang selanjutnya dapat menyebabkan pertumbuhan pertumbuhan penduduk besar,apabila jumlah kelahiran besar. Kesehatan juga berhubungan dengan
pendidikan. Semangkin tinggi pendidikan maka kesehatan akan semangkin baik.

3.      Unsur-unsur suatu masyarakat
a. Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak
b. Telaah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.
c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
d. Berangotakan minimal dua orang.
e. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
f. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang     saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
g.  Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat. (
http://majidbsz.wordpress.com & http://organisasi.org).

4.   Kebudayaan umat manusia mempunyai unsur-unsur yang bersifat universal. Unsur-unsur kebudayaan tersebut dianggap universal karena dapat ditemukan pada semua kebudayaan bangsa-bangsa di dunia.

Menurut Koentjaraningrat ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:

1.      Sistem religi, system kepercayaan atau agama (homo religious) yang meliputi:
a.      sistem kepercayaan
b.      sistem nilai dan pandangan hidup
c.       komunikasi keagamaan
d.      upacara keagamaan
2.      Sistem kemasyarakatan atau organisasi social (homo socius) yang meliputi:
a.      kekerabatan
b.      asosiasi dan perkumpulan
c.       sistem kenegaraan
d.      sistem kesatuan hidup
e.      perkumpulan
3.      Sistem pengetahuan (homo sapiens) meliputi pengetahuan tentang:
a.      flora dan fauna
b.      waktu, ruang dan bilangan
c.       tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia
4.      Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi (homo longuens) berbentuk:
a.      lisan
b.      tulisan
5.      Kesenian (homo aesteticus) yang meliputi:
a.      seni patung/pahat
b.      relief
c.       lukis dan gambar
d.      rias
e.      vokal
f.        musik
g.      bangunan
h.      kesusastraan
i.        drama
6.      Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi (homo economicus) yang meliputi:
a.      berburu dan mengumpulkan makanan
b.      bercocok tanam
c.       peternakan
d.      perikanan
e.      perdagangan
7.      Sistem peralatan hidup atau teknologi (homo faber) yang meliputi:
a.      produksi, distribusi, transportasi
b.      peralatan komunikasi
c.       peralatan konsumsi dalam bentuk wadah
d.      pakaian dan perhiasan
e.      tempat berlindung dan perumahan
f.        senjata
(http://tugasibddarari.blogspot.com & . (Nugroho,Widyo.1996.MKDU Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadrma)

 5.    Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya.Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut. 




Senin, 14 Januari 2013

PERKEMBANGAN BUDAYA INDONESIA SAAT INI


Perkembangan budaya indonesia saat ini sudah mulai terkikis perlahan-perlahan seiring dengan perkembangan zaman yang lebih maju dan modern, saat ini banyak masyarakat secara perlahan meninggalkan budaya local atau tradisional dan lebih memilih budaya yang lebih modern. Ini terjadi karena adanya proses perubahan social seperti Akultursi dan Asimilasi.
Akulturasi adalan proses masuknya kebudayaan baru yang secara lambat laun dapat diterima dan diolah dengan kebudayaan sendiri, tanpa menghilangkan kebudayaan yang ada. Asimilasi adalah proses masuknya kebudayaan baru yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif, sehingga sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan itu masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.

Perkembangan kebudayaan Indonesia saat ini banyak didominasi dengan budaya-budaya asing yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan kebudayaan local.






Berikut Faktor-faktor Pendorong Hilangnya Budaya Indonesia:

- Masuknya Budaya Asing. Budaya asing saat ini banyak mewarnai budaya Indonesia, masuknya budaya asing dinilai sebagai salah satu penyebabnya. Contoh masuknya budaya asing terjadi pada:
1. Cara Berpakaian

Sekarang ini masyarakat Indonesia lebih menyukai berpakaian yang lebih terbuka seperti bangsa barat yang sebenarnya tidak sesuai dengan adat ketimuran bangsa Indonesia yang dianggap berpakaian lebih sopan dan tertutup.

2. Alat Musik

Perkembangan alat musik saat ini juga dibanjiri dengan masuknya budaya asing, kita dapat mengambil contoh dari kebudayaan asli betawi di Jakarta, pada saat ini sudah tidak ada lagi terdengar alat musik Tanjidor musik khas dari tanah Betawi, saat ini yang sering kita dengar adalah alat-alat musik modern yang biasanya menggunakan tenaga listrik.

3. Permainan Tradisional

Bahkan masuknya budaya asing juga mempengaruhi permainan tradisional, seperti permainan gangsing atau mobil-mobilan yang terbuat dari kayu, pada saat ini sudah jarang kita temukan, yang saat ini kita temukan adalah produk-produk permainan yang berasal dari Cina, seperti mainan mobil remote control yang berbahan baku besi atau plastic.
Serta berbagai macam yang lainnya seperti tarian, rumah adat, makanan, adat-istiadat dan kesenian atau hiburan telah didominasi budaya asing.

- Kurangnya Kesadaran

Bangsa Indonesia harus memiliki jati diri dengan cara mempertahankan nilai-nilai budaya, saat ini masyarakat kita tidak peduli budaya yang masuk itu dapat merusak atau tidak, namun pada kenyataannya masyarakat sekarang lebih senang menerima budaya asing dibandingkan melestarikan budaya local atau tradisional, yang sebenarnya dapat mengakibatkan hilangnya budaya Indonesia.

- Kemajuan Teknologi dan Peralatan Hidup

Kemajuan teknologi juga sebagai pendorong hilangnya budaya Indonesia, contohnya adalah pada saat ini banyak seseorang yang dituntut untuk dapat bekerja secara cepat dan efisien, maka seseorang akan lebih memilih teknologi yang lebih maju untuk mendukung pekerjaannya dibandingkan dengan peralatan tradisional yang labih lambat.



DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT INDONESIA

Masuknya budaya asing di Indonesia juga berdampak pada masyarakat. Berikut dampaknya bagi masyarakat Indonesia:

- Dampak Positif:

Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan peralatan hidup, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yamg mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.

- Dampak Negatif:

Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah. Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.`

Menurut saya Indonesia terdiri dari banyak suku dan kebudayaan yang beragam, namun seiring dengan adanya era globalisasi ini kebudayaan itu tidak lagi dikenal oleh bangsa sendiri, kebudayaan tersebut bukan menjadi identitas bagi masyarakatnya, namun kebudayaan orang lain lah yang menjadi identitasnya. Contoh saja, banyak sekali tarian tradisional Indonesia tetapi jika kita tanya beberapa anak Indonesia pasti jarang ada yang mengenal tarian tradisional Indonesia, jangankan gerakan, nama saja mereka tidak tahu, maka tidak heran jika tarian tradisonal Indonesia banyak di klaim oleh Negara lain. Orang Indonesia lebih bangga mengakui dan mengikuti kebudayaan asing dengan berbagai bentuknya, bahkan mereka sampai mempergunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencegah semua itu berdampak negative semakin parah terhadap bangsa kita sebaiknya kita sebagai warga Negara Indonesia haruslah sadar untuk lebih mengenal lagi dan mempelajari lagi kebudayaan bangsa ini. Di mulai dari anak anak sebagai asset penerus bangsa, dengan cara mulai kita kenalkan melalui perantara orang tua yang mulai mengajari tentang kebudayaan Indonesia melalui media yang menyenangkan, dan dapat dilakukan di sekolah formal, sebagai tambahan pelajaran ilmu kesenian yang wajib, dan di tambah dengan adanya praktik agar anak-anak dapat mengetahui secara langsung.

Sumber : blog salah satu mahasiswa universitas di Indonesia, sebagai referensiSeperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.. namun akhir-akhir ini indonesia semakin gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.
Sebagai contoh adalah batik hasil dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini termasuk bahan-bahan yang diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini dikarenakan batik telah diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional.
Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .
Didalam budaya seni, indonesia mempunyai kemajuan. khususnya Tarian tradisional telah mengalami kemajuan yang cukup baik dan telah meranjak ke internasional. Akan tetapi ada beberapa bagian dari budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain. Berikut, data dari budaya yang di klaim oleh negara lain:
1. batik dari jawa oleh Adidas
2. Naskah kuno dari riau oleh pemerintah malaysia
3. Naskah kuno dari sumatera barat oleh pemerintah malaysia
4. Naskah kuno dari sulawesi selatan oleh pemerintah malaysia
5. Naskah kuno dari sulawesi tenggara oleh pemerintah malaysia
6. rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
7. Sambal bajak dari jawa tengah oleh oknum WN belanda
8. Sambal petai dari riau oleh oknum WN belanda
9. tempe dari jawa oleh beberapa perusahaan asing
10. lagu rasa sayange dari maluku oleh pemerintah malaysia
11. Tari reog ponorogo dari jawa timur oleh pemerintah malaysia
12. Lagu soleram dari riau oleh pemerintah malaysia
13. Lagu injit-injit semut dari jambi oleh pemerintah malaysia
14. Alat musik gamelan dari jawa oleh pemerintah malaysia
15. Tari kuda lumping dari jawa timur oleh pemerintah malaysia
16. tari piring dari sumatera barat oleh pemerintah malaysia
17. Lagu kakak tua dari maluku oleh pemerintah malaysia
18. Lagu anak kambing saya dari nusa tenggara oleh pemerintah malaysia
19. Kursi taman dengan ornamen ukir khas jepara jawa tengah oleh oknum WN perancis
20. Pigura dengan ornamen ukir khas jepara dari jawa tengan oleh oknum WN inggris
21. Motif batik perang dari yogyakarta oleh pemerintah malaysia
22. Desain kerajinan perak desak suwarti dari bali oleh oknum WN amerika
23. Produk berbahan rempah-rempah dan tanaman obat asli indonesia oleh shiseido Co. Ltd
24. Badik tumbuk lada oleh pemerintah malaysia
25. kopi gayo dari aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) belanda
26. kopi toraja dari sulawesi selatan oleh perusahaan jepang
27. Musik indang sungai garinggiang dari sumatera barat oleh malaysia
28. Kain ulos oleh malaysia
29. alat musik angklung oleh pemerintah malaysia
30.Lagu jali-jali oleh pemerintah malaysia
31. tari pendet dari bali oleh pemerintah malaysia
Dari data tersebut, bisa dibuktikan bahwa masyarakat indonesia sendiri kurang memperhatikan bagian dari budaya indonesia. dan diharapkan untuk masyarakat indonesia lebih memperhatikan bagian dari peninggalan budaya indonesia. dan sekarang akan diupayakan oleh pemerintah agar mendidik anak-anak muda untuk perduli terhadap hal tersebut, dan lebih mengenalkan dari dini sikap akan pentingnya pengetahuan budaya indonesia.

Perkembangan budaya indonesia saat ini sudah mulai terkikis perlahan-perlahan seiring dengan perkembangan zaman yang lebih maju dan modern, saat ini banyak masyarakat secara perlahan meninggalkan budaya local atau tradisional dan lebih memilih budaya yang lebih modern. Ini terjadi karena adanya proses perubahan social seperti Akultursi dan Asimilasi.
Akulturasi adalan proses masuknya kebudayaan baru yang secara lambat laun dapat diterima dan diolah dengan kebudayaan sendiri, tanpa menghilangkan kebudayaan yang ada. Asimilasi adalah proses masuknya kebudayaan baru yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif, sehingga sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan itu masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.

Perkembangan kebudayaan Indonesia saat ini banyak didominasi dengan budaya-budaya asing yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan kebudayaan local.






Berikut Faktor-faktor Pendorong Hilangnya Budaya Indonesia:

- Masuknya Budaya Asing. Budaya asing saat ini banyak mewarnai budaya Indonesia, masuknya budaya asing dinilai sebagai salah satu penyebabnya. Contoh masuknya budaya asing terjadi pada:
1. Cara Berpakaian

Sekarang ini masyarakat Indonesia lebih menyukai berpakaian yang lebih terbuka seperti bangsa barat yang sebenarnya tidak sesuai dengan adat ketimuran bangsa Indonesia yang dianggap berpakaian lebih sopan dan tertutup.

2. Alat Musik

Perkembangan alat musik saat ini juga dibanjiri dengan masuknya budaya asing, kita dapat mengambil contoh dari kebudayaan asli betawi di Jakarta, pada saat ini sudah tidak ada lagi terdengar alat musik Tanjidor musik khas dari tanah Betawi, saat ini yang sering kita dengar adalah alat-alat musik modern yang biasanya menggunakan tenaga listrik.

3. Permainan Tradisional

Bahkan masuknya budaya asing juga mempengaruhi permainan tradisional, seperti permainan gangsing atau mobil-mobilan yang terbuat dari kayu, pada saat ini sudah jarang kita temukan, yang saat ini kita temukan adalah produk-produk permainan yang berasal dari Cina, seperti mainan mobil remote control yang berbahan baku besi atau plastic.
Serta berbagai macam yang lainnya seperti tarian, rumah adat, makanan, adat-istiadat dan kesenian atau hiburan telah didominasi budaya asing.

- Kurangnya Kesadaran

Bangsa Indonesia harus memiliki jati diri dengan cara mempertahankan nilai-nilai budaya, saat ini masyarakat kita tidak peduli budaya yang masuk itu dapat merusak atau tidak, namun pada kenyataannya masyarakat sekarang lebih senang menerima budaya asing dibandingkan melestarikan budaya local atau tradisional, yang sebenarnya dapat mengakibatkan hilangnya budaya Indonesia.

- Kemajuan Teknologi dan Peralatan Hidup

Kemajuan teknologi juga sebagai pendorong hilangnya budaya Indonesia, contohnya adalah pada saat ini banyak seseorang yang dituntut untuk dapat bekerja secara cepat dan efisien, maka seseorang akan lebih memilih teknologi yang lebih maju untuk mendukung pekerjaannya dibandingkan dengan peralatan tradisional yang labih lambat.



DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT INDONESIA

Masuknya budaya asing di Indonesia juga berdampak pada masyarakat. Berikut dampaknya bagi masyarakat Indonesia:

- Dampak Positif:

Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan peralatan hidup, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yamg mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.

- Dampak Negatif:

Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah. Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.`

Menurut saya Indonesia terdiri dari banyak suku dan kebudayaan yang beragam, namun seiring dengan adanya era globalisasi ini kebudayaan itu tidak lagi dikenal oleh bangsa sendiri, kebudayaan tersebut bukan menjadi identitas bagi masyarakatnya, namun kebudayaan orang lain lah yang menjadi identitasnya. Contoh saja, banyak sekali tarian tradisional Indonesia tetapi jika kita tanya beberapa anak Indonesia pasti jarang ada yang mengenal tarian tradisional Indonesia, jangankan gerakan, nama saja mereka tidak tahu, maka tidak heran jika tarian tradisonal Indonesia banyak di klaim oleh Negara lain. Orang Indonesia lebih bangga mengakui dan mengikuti kebudayaan asing dengan berbagai bentuknya, bahkan mereka sampai mempergunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencegah semua itu berdampak negative semakin parah terhadap bangsa kita sebaiknya kita sebagai warga Negara Indonesia haruslah sadar untuk lebih mengenal lagi dan mempelajari lagi kebudayaan bangsa ini. Di mulai dari anak anak sebagai asset penerus bangsa, dengan cara mulai kita kenalkan melalui perantara orang tua yang mulai mengajari tentang kebudayaan Indonesia melalui media yang menyenangkan, dan dapat dilakukan di sekolah formal, sebagai tambahan pelajaran ilmu kesenian yang wajib, dan di tambah dengan adanya praktik agar anak-anak dapat mengetahui secara langsung.

Sumber : blog salah satu mahasiswa universitas di Indonesia, sebagai referensi